Renungan Relung Hati
Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala rosulillah, la haula
wala quwwata illa billah
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmatnya kepada
saya, nikmt yang begitu besar, bahkan jika setiap nikmat diyukuri dengan kata 'alhamdulillah',
niscaya tak mampu bibir ini mengucapkannya. Wajib bagi hamba untuk mensyukuri
segala nikmat meskipun syukur tersebut tak akan sepaan dengan nikmat yang
selalu diberikan.
Tujuan penulisan ini hanyala sbagai upaya untuk berwasiat dalam
kebaikan da kesabaran, terutama kepada jiwa hamba sendiri. Lebih lanjut jika
ada yang merasa mendapt dari tulisan ini maka syukur hamba bertambah lagi
karena diberi kesempatan untuk bermanfaat bagi orrang lain.
Dalam tulisan ini akan tertulis poin-poin pengalaman hidup,
baik dari tafakkur ayat-ayat al-Qur'an ataupun tafakkur terhadap hikmah yang
didapat dari diskusi bersama sedulur maiyah, sedulur pesantren, dan sedulur seprofesi
hamba. Poin tersebut muncul disaat yang penulis sendiri tidak menduga, saat
berkendara, saat mandi, atau bahkan saat -mohon maaf- buang air besar. Harapan
hamba adalah tafakkur tersebut tidak sesat dan apalagi mnyesatkan. Megenai
tafakkur terhadap tubuh, dalam hal ini hamba sangat terpukau dengan ilmu Allah
yangg tertuang dalam buku Fisiologi Kedokteran Gyton andd Hall.
Semoga Allah memberi kemampuan padahamba untuk selalu belajar
melembutkan hati dan meningkatkan taqwa. Dan semoga Allah selalu memberi
pelajaran kepadahamba yang lemah ini. Sesungguhnya segala sesuatu itu sudah
Allah tentukan dan kehendaki.
' jika
engkau tak mampu mengikat ilmu yang telah Allah ridlokan padamu, ikatlah dengan
penamu'
1. Jika kau sibuk mengejar kepuasan dunia, maka kepuasan
akirat akan mejauh. Meski dalam jiwamu tetap menginginkan kepuasan akirat,
tetap saja waktu untuk akiratmu akan tersita untuk memenuh kepuasan dunia.
Tafakkur ini terbersit ketika sibuk dalam waktu sore hingga
malam pada rabu 07 Desember 2016 untuk mencari tablet yang support usb otg di
situs jual beli online. Tujuannya memang baik, berharap banyak wktu yang dapat
digunakan untuk menulis hikmah atau pengalaman hidup, tetapi tetap saja
keperluan akhirat akan tersita.
Sore hingga malam waktu terhabiskan untuk online, mencari,
dan sms para pemilik tablet hingga tak terasa 12 jam waktu habis untuk memenuhi
hasrat dunia tanpa hasil sama sekali. Alhasil karena asyik mencari keperluan
dunia, ibadah isya molor, tidur kemalaman, tersewat sholat tahajud dan ibadah
subuh telat, inalillah.
Paginya masih berkutat lagi mencari gadget yang pas, ketika
ketemu tempat untuk COD (cash on delivery) begitu jauh di ujung barat kota
semarang dekat kawasan industri. Jarak tempuh memakan waktu 1 jam. Setelah ketemu,
banyak kekurangan pada tablet yang iaksud, mulai dari kabel cas dan usb otg.
Alhasil butuh waktu dn dana lagi untuk melengkapi. Sehingga kurang lebih 24 jam
waktu termakan hanya untuk hasrat dunia : memiliki tablet yang portable dengan
keyboard. Lucu, ironis dan yang jelas sia-sia waktu untuk keperluan dunia dan
tertinggalnya hajat akhirat.
Semoga Allah mengampuni haba dan memberi kekuatan untuk
selalu memperbaiki diri.
2. Barang siapa mampu menjaga apa yang ada di kedua
rahangnya dan di antara kedua kakinya, dapatlah surga baginya
Saya adalah orang yang mudah dan gampang sekali akrab,maka
sangat berkemungkinan untuk keseleo lisan ini. Terkadang lisan ini mudah
grapyak, mudah menerangkan sesuatu perkara yang rumit kepada orang lain untuk dipahami,
mudah mengobrol dengan orang lain. Baiknya lisan yang fasih dan mudah untuk
berkomuiukasi digunakan untuk memperbanyak istigfar meminta maaf kepada Allah
atas kesalahan diri. Jangan banyak ingin tau perkara yang tidak baik atau tidak
manfaat untuk diketahui. Jadilah orang sedih ketika saudaranya meninggal dalam
keadaan belum muslim.
3. Bumi, termasuk proses penciptaannya, proses
pemaatangannya mulai dari makhluk-makhluk purba (dinosaurus, plankton, pohon
purba dan segala makhluk yang pernah mendiami bumi) hingga masa kini, semuanya
Allah fasilitaskan untuk manusia, tujuannya hanya satu: bersyukur kepada Allah dengan menjalankan peran
khalifah semaksimal mungkin.
Poin ini muncul begitu saja, sekejap tanpa ada perenungan,
proses ini yang menyadarkanku bahwa segala pengetahuan bersumber dari Allah.
Buktinya tanpa proses berpikir sebelumnya, dan tanpa tafakkur mendalam sebelumnya,
akhirnya muncul kesadaran 'alhamdulillah, maha besar engkau ya Allah yang telah
menyiapkan bumi dan seisinya untuk
menunjang eksistensi manusia hidup'.
'Kang jenengan percaya dengan dinosaurus dan makhluk purba
lainya? Kan itu teorinya orang komunis yang tidak mempercayai penciptaan
tuhan?'. Dalam hati membenarkan pertanyaan sekaligus pernyataan shabat
saya yang bernama kang Harist, namun
tiba-tiba timbul pmahaman bahwa itu benar, sungguh benar dan sesuai dengan ilmu
Allah, tidak bertentangan dengan islam. Kenapa pikiran ini membenarkan?
Subhanallah, maha besar Allah karena telah menyiapkan bumi ini begitu lama, tujuannya satu,
menyiapkan kondisi atau ekosistem yang mendukung agar manusia-dikatakan sebagai
primata paling lemah dibandingkan primata lain, baik kekuatan, daya tahan, maupun
daya adaptasi terhadap lingkungan- mampu hidup dan meneruskan generasi.
Aku membayangkan, andai saja Allah menciptakan manusia pada
seratus juta tahun yang lalu, saat kondisi suhu bumi masih panas, saat air masih
memiliki kandungan zat yang tiak mampu
manusia mengekskresinya, saat belum ada tumbuhan yang mampu hidup selain jenis
tumbuhan lumut atau pakis, saat binatang-binatang yang hidup berukuran besar,
berkulit tebal, bergigi besar, berkuku tajam sebagai upaya daya adaptasi terhadap
lingkungan, niscaya tidak menunggu satu dekade manusia akan langsung punah
tanpa dapat meregenerasi keturunan. Andai saja manusia hidup pada jaman es, dimana
seluruh permukaan bumi diselimuti oleh gumpalan es yang tebalnya bermeter-meter,
niscaya makhluk bernama manusia akan membeku seketika karena jasadiahnya
manusia adalah makhluk bersuhu panas. Andai saja manusia-lebih spesifik anggap
saja aku- dihidupkan Allah pada jaman dimana makhluk-makhluk saling memangsa,
yang kuat memangsa yang kecil, niscaya manusia akan menjadi strata terbawah
dalam rantai makanan, alhasil tidak menunggu satu abad spesien manusia akan
punah.
'Lalu kenapa kang jenengan membenarkan tahapan evolusi itu?'
Jawabku ' kang jenengan sekaarang punya kendaraan? Motor?mobil? Atau
jenengan kalau mau ke pati-sahabat saya
tinggal di desa kajen- kota naik bis apa jalan kaki? Kalau jenengan naik motor
bahan bakaarnya apa? Bensin atau solarkan? Nah bensin atau solar itu proses
terbentuknya bagaimana? Jawabnya 'subhanallah ya kang, Allah menyiapkan bumi
ini begitu lama hanya untuk mendukung manusia yang lemah dapat bertahan dan
beranak-pinak hingga sekarang'
Subhanallah, maha besar allah dengan segala rahmatnya,
seharusnya aku menyadari sedari awal, bahwa tugas utamaku dalam hidup ini hanya
satu: bersyukur! mensyukuri hidup dengan menjadi khalifah yang baik karena
Allah telah menyiapkan bumi ini begitu lama-dikatakan oleh ahli geologi beratus juta tahu- hanya agar hidup manusia
mudah. Jika saja umur bumi ini baru beberapa ribu tahun, katakanlah empat ribu
tahun, niscaya manusia tidak akan menjalankan mesin-mesin transportasi atau
produksi, karene fosil-fosil makhluk sebelumnya belumlah cukup untuk menjadi
minyak bumi.
Alhamdulillah, walakhaula wala quwwata illa billah.
Komentar
Posting Komentar